LAPORAN BACAAN
KURIKULUM
Dosen pengampu : Farninda Aditya,M.Pd
OLEH :
Ismuniarsih
12001213
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
IAIN PONTIANAK
KOMPONEN KURIKULUM
Pada kesempatan kali ini penulis ingin melanjutkan laporan bacaan tentang kurikulum. Yang akan penulis bahas kali ini yaitu tentang komponen kurikulum.
Kurikulum adalah sebuah sistem, sebagai suatu sistem kurikulum mempunyai komponen-komponen atau bagian-bagian yang saling mendukung dan membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan karena kurikulum merupakan suatu sistem yang memiliki komponen-komponen tertentu. Komponenkomponen dalam sebuah sistem bersifat harmonis, tidak saling bertentangan sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai komponen-komponen yaitu:
1.
Komponen
Tujuan
Tujuan
kurikulum pada hakekatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang
akan diberikan kepada anak didik. mengingat kurikulum adalah alat untuk
mencapai tujuan pendidikan maka tujuan kurikulum harus dijabarkan dari tujuan
umum pendidikan dalam sistem pendidikan nasional tujuan umum pendidikan
dijabarkan dari sebuah falsafah bangsa yakni Pancasila perumusan Tujuan
merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah kurikulum.
Ada
beberapa alasan mengapa tujuan perlu dirumuskan dalam kurikulum, pertama,
tujuan erat kaitannya dengan arah dan sasaran yang harus dicapai oleh setiap
upaya pendidikan merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dengan
demikian perumusan Tujuan merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam
sebuah kurikulum.
Kedua
melalui tujuan yang jelas maka dapat membantu para pengembang kurikulum dalam
mendesain model kurikulum yang dapat digunakan membantu guru dalam mendesain
sistem pembelajaran artinya dengan tujuan yang jelas dapat memberikan arahan
kepada guru dalam menentukan bahan dan materi yang harus dipelajari, menentukan
metode dan strategi pembelajaran menentukan alat media dan sumber pembelajaran
serta merancang alat evaluasi untuk menentukan keberhasilan belajar siswa.
Ketiga,
tujuan kurikulum yang jelas dapat digunakan kontrol dalam menentukan
batas-batas dan kualitas pembelajaran titik artinya melalui penetapan tujuan
Para pengembang kurikulum termasuk guru dapat mengontrol sampai dimana siswa
telah memperoleh kemampuan-kemampuan sesuai dengan tujuan dan tuntutan
kurikulum yang berlaku dengan tujuan dapat ditentukan daya serap siswa dan
kualitas suatu sekolah.
Pada
tujuan pendidikan memiliki klasifikasi mulai tujuan yang paling umum hingga
tujuan khusus yang dapat diukur yang akan kompetensi tujuan pendidikan diklasifikasikan
menjadi 4 yaitu:
a. Tujuan
pendidikan nasional (TPN) adalah merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan
pedoman oleh setiap usaha pendidikan artinya setiap lembaga dan penyelenggara
pendidikan harus dapat membentuk manusia sesuai dengan rumusan itu baik
pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal formal maupun
nonformal.
b. Tujuan
institusional
Tujuan yang harus
dicapai oleh setiap lembaga pendidikan dengan kata lain tujuan ini dapat
didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki oleh setiap siswa setelah
mereka semua menempuh atau dapat menyelesaikan program di suatu lembaga
pendidikan tertentu.
c. Tujuan
kurikuler
Tujuan kurikuler adalah
tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran, tujuan
kurikuler dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki anak
didik serta mereka yang menyelesaikan suatu bidang studi tertentu dalam suatu
lembaga pendidikan tujuan kurikuler juga pada dasarnya merupakan tujuan Untuk
mencapai tujuan lembaga pendidikan dengan demikian setiap tujuan kurikuler yang
dapat mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan institusional.
d. Tujuan
pembelajaran / instruksional
Tujuan pembelajaran atau tujuan yang disebut dengan tujuan instruksional merupa-kan tujuan yang paling khusus tujuan pembelajaran adalah kemampuan kom-petensi atau keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu hal ini dinyatakan bahwa karena hanya guru yang memahami kondisi lapangan termasuk memahami karakteristik siswa yang akan melakukan pembelajaran di suatu sekolah tujuan pembelajaran ini adalah tugas guru sebelum melakukan proses pembelajaran mengajar guru perlu merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dikuasai oleh anak didik setelah mereka selesai mengikuti pelajaran.
2.
Komponen
Materi/ Isi
Komponen
Isi atau materi pelajaran, kurikulum merupakan komponen yang berhubungan
pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum meliputi jenis jenis
bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut.
Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas dasar tujuan institusional sekolah
yang bersangkutan. Jadi ia berdasarkan kriteria apakah suatu bidang studi
menopang tujuan institusional atau tidak. Dalam menentukan materi pembelajaran
atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan yang
dikembangkan.
Dalam
praktiknya, untuk menentukan materi pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal
berikut:
a. Sahih
(valid): dalam arti materi yang dituangkan dalam pembelajaran benarbenar telah
teruji kebenaran dan keshahihannya.
b. Tingkat
kepentingan materi yang dipilih benar-benar diperlukan peserta didik dan sejauh
mana materi tersebut penting untuk dipelajari
c. Kebermaknaan:
materi yang dipilih dapat memberikan manfaat akademis maupun non-akademis
manfaat akademis: yaitu memberikan dasar-dasar pengetahuan dengan keterampilan
yang akan dikembangkan lebih lanjut pada jenjang pendidikan lebih lanjut
sedangkan manfaat non akademik adalah dapat mengembangkan kecakapan hidup dan
sikap yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
d. Layak
dipelajari: materi memungkinkan untuk dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitannya
maupun aspek kelayakan terhadap memanfaatkan materi dan kondisi setempat.
e. Menarik
minat
Materi yang dipilih hendaknya menarik minat dan dapat memotivasi peserta didik untuk mempelajari lebih lanjut menumbuhkan rasa ingin tahu, sehingga memunculkan dorongan untuk mengembangkan kemampuan mereka sendiri.
3.
Komponen
Strategi atau metode
Komponen
strategi yang dimaksud adalah strategi pelaksanaan kurikulum di sekolah atau di
Madrasah. Kurikulum dalam pengertian program pendidikan masih dalam tahap
harapan yang harus diwujudkan secara nyata di sekolah sehingga mempengaruhi dan
mengantarkan anak didik pada tujuan pendidikan. Oleh sebab itu, kemampuan
strategis pelaksanaan memegang peranan penting Bagaimana baiknya kurikulum
sebagai rencana yang dapat diwujudkan pelak-sanaannya tidak akan membawa hasil
yang diharapkan.
Dalam
praktik implementasi kurikulum sekolah, sekolah atau perguruan tinggi di
Indonesia selama ini, setidaknya dapat diidentifikasi dua kelompok strategi
pembelajaran, yaitu strategi pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher Centered Learning) (TCL) dan
strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning) (SCL). Masing-masing strategi tersebut
memiliki karakter yang berbeda TCL memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Lebih
menekankan pada lebih menekankan pada penguasaan.
b. Biasanya
memanfaatkan media tunggal.
c. Fungsi
dosen atau pengajar sebagai pemberi informasi utama dan evaluator.
d. Proses
pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah.
e. Menekankan
pada jawaban yang benar saja.
f. Sesuai
untuk mengembangkan ilmu dalam satu disiplin ilmu saja.
g. Iklim
belajar lebih individualis dan kompetitif.
h. Hanya
mahasiswa yang dianggap melakukan proses pembelajaran.
i. Perkuliahan
merupakan bagian terbesar dalam proses pembelajaran.
j. Penekanan
pada tuntasnya materi pembelajaran.
k. Penekanan
pada bagaimana cara dosen melakukan pembelajaran
Strategi SCL memiliki karakteristik
sebagai berikut:
a. Mahasiswa
secara aktif terlibat dalam mengelola pengetahuan
b. Tidak
hanya menekankan pada penguasaan materi tetapi juga dalam pengembangan karakter
mahasiswa
c. Memanfaatkan
banyak media
d. Sebagai
fasilitator dan evaluator
e. Sesuai
untuk pengembangan ilmu dan cara pendekatan interdisipliner
f. Iklim
yang dikembangkan lebih bersifat kolaboratif
g. Mahasiswa
dan dosen belajar bersama di dalam mengembangkan pengetahuan
h. Mahasiswa
dapat belajar tidak hanya dari perkuliahan saja tetapi dapat menggunakan
berbagai jenis kegiatan.
Terdapat beragam metode pembelajaran
untuk scl diantaranya adalah: 1).small group, 2). Roleplay, 3). Case study, 4).
Discovery learning, 5). Contextual instruction (CI), 6) Project based learning
(PJBL), 7) problem based learning dan Inquiry (PBL).
4.
Komponen
media (sarana dan prasarana)
Media merupakan sarana perantara dalam pengajaran. Media merupakan perantara untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan dan pemakaian media dalam pengajaran secara tepat terhadap pokok bahasan yang disajikan pada peserta didik akan mempermudah peserta didik dalam menanggapi, memahami isi sajian guru dalam pengajaran.
5.
Komponen
Evaluasi
Evaluasi
merupakan proses yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan formal. Bagi
guru, evaluasi dapat menentukan efektifitas kinerjanya saat ini; sedangkan bagi
pengembang kurikulum evaluasi dapat memberikan informasi untuk perbaikan
kurikulum evaluasi dapat memberikan informasi untuk perbaikan kurikulum yang
sedang berjalan. Menurut Tyler dalam Sukiman, memberikan pengertian evaluasi
berfokus pada upaya untuk menentukan tingkat perubahan yang terjadi pada hasil
belajar (behavior).
Evaluasi
sering dianggap sebagai kegiatan akhir dari suatu proses kegiatan. Evaluasi
sebagai alat untuk melihat keberhasilan dapat dikelompokkan dalam dua jenis
yaitu tes dan non tes.
a. Tes,
harus memiliki dua kriteria, yaitu kriteria validitas dan reabilitas.
Jenis-jenis tes terdiri atas tes hasil belajar yang dapat dibedakan atas
beberapa jenis. Berdasarkan jumlah peserta, tes hasil-hasil belajar dapat
dibedakan menjadi tes kelompok dan tes individu.
b. Non
tes, adalah alat evaluasi yang digunakan uuntuk menilai aspek tingkah laku
termasuk sikap, minat, dan motivasi. ada beberapa jenis non tes sebagai alat
evaluasi, diantaranya wawancara, observasi, study kasus, skala penilaian.
Evaluasi merupakan komponen terakhir
dalam sistem proses pembelajaran, evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat
keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, akan tetapi juga berfungsi
sebagai umpan balik bagi guru atas kinerja nya dalam pengelolaan pembelajaran.
Melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dalam pemanfaatan berbagai
komponen sistem pembelajaran.
sumber bacaan : Sukmawati, Henni. komponen komponen kurikulum dalam sistem pembelajaran. Jurnal pendidikan dan studi islam, Vol 7, No 1, Januari 2021
Komentar
Posting Komentar