Laporan Bacaan

 MAGANG 1

LAPORAN BACAAN

 KURIKULUM

Dosen pengampu : Farninda Aditya,M.Pd



OLEH :

Ismuniarsih 

12001213


PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

IAIN PONTIANAK




KATA PENGANTAR


Bissmillahirrahmanirrahim 

Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah Swt. yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan bacaan buku Pengembangan Kurikulum PAI. Penulisan laporan bacaan ini merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Magang 1 yang diampuh oleh ibu Farninda Aditya M.Pd.

Dalam Penulisan laporan ini, penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan, baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan bacaan ini. Akhir kata penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian. Terima kasih.

Billahittaufiq walhidayah 

wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh


A.      PENDAHULUAN

Identitas Buku

Judul buku           : Pengembangan Kurikulum PAI di sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi

Penulis                  : Prof. Dr. H. Muhaimin,M.A.

Penerbit                : PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

Cetakan                : 2005

Tebal buku           : 332 halaman

Buku yang penulis laporkan adalah buku yang berjudul Pengembangan kurikulum  PAI di Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Muhaimin,M.A. buku ini merupakan cetakan ke-5 yang diterbitkan pada maret 2012 dan dicetak di Jakarta oleh penerbit PT Raja Grafindo Persada dengan tebal buku 332 halaman.

Buku ini menjelaskan tentang pijakan-pijakan konseptual-filosofis dan teoritis, serta bangunan operasionalnya dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama islam di sekolah, madrasah dan perguruan tinggi.

Buku ini terdiri atas 6 bab. Pada bab 1, kajiannya difokuskan pada pemberian wawasan tentang hakikat kurikulum, pendidikan agama islam dan pendidikan islam, fungsi kurikulum, serta proses pengembangannya dan perubahan-perubahan paradigma yang ada di dalamnya. Pada bab II penulis mencoba mengkaji masalah dengan mencermati pengembangan pendidikan agama islam di sekolah, madrasah dan perguruan tinggi. Pembahasan  ini dimulai dari perbincangan tentang pendidikan agama islam dalam sorotan, berbagai kritik terhadap pelaksanaan PAI, kemudian dilanjutkan dengan paradigma pengembangan PAI. Pada bab III penulis berusaha memberikan wawasan tentang landasan filosofis pendidikan islam, yang akan berimplikasi pada pengembangan kurikulum PAI. Kajian pada bab ini dimulai dengan perbincangan tentang hakikat filsafat pendidikan islam, urgensi filsafat pendidikan islam, tipologi pemikiran pendidikan islam, tipologi-tipologi filsafat pendidikan islam dilihat dari perspektif pemahaman islam. Kemudian dilanjutkan dengan implikasinya terhadap pengembangan kurikulum PAI. Pada bab IV penulis menjelaskan tentang pendekatan-pendekatan yang bisa digunakan dalam pengembangan kurikulum PAI, yaitu pendekatan subjek akademis, pendekatan humanistis, pendekatan teknologis, dan pendekatan rekontruksi sosial. Pada bab v penulis menawarkan model pengembangan kurikulum berbasis peningkatan kualitas, yang menggunakan pendekatan eklektrik. Kemudian pada bab VI penulis memberikan gambaran tentang model pengembangan kurikulum perguruan tinggi agama islam berbasis kompetensi. 

B.       LAPORAN BAGIAN BUKU

Pada kesempatan ini penulis hanya melaporkan bagian buku Bab I pada subbab pengertian kurikulum dan fungsi kurikulum.

1.        Pengertian Kurikulum

Apa itu kurikulum?

Pada subbab ini penulis buku menjelaskan tentang beberapa pengertian kurikulum. Penjelasan pada subbab ini dimulai dengan pengertian kurikulum secara bahasa diberbagai konteks hingga menurut beberapa para ahli. Penulis buku menjelaskan bahwa kata kurikulum semula digunakan dibidang olahraga yang asal katanya yaitu currure yang artinya jarak tempuh lari. Dari arti itu penulis perjelas bahwa kurikulum artinya jarak yang harus ditempuh dalam kegiatan berlari mulai dari start hingga finish. Itu pengertian dibidang olahraga yang kemudian diterapkan dalam pendidikan.

Penulis buku juga menjelaskan arti kurikulum dalam bahasa Arab yang asal katanya yaitu manhaj yang artinya jalan yang terang. Dari arti ini penulis mencoba menerapkannya kedalam konteks pendidikan yaitu kurikulum artinya jalan terang yang dilalui oleh pendidik dengan peserta didik untuk mengembangkan pengetahuannya, kemudian keterampilannya dan sikap serta nilai-nilai.

Tidak hanya pengertian secara bahasa, pada subbab ini penulis buku juga menjelaskan beberapa pendapat para ahli tentang definisi kurikulum, yang mana dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik benang merah bahwa ada satu pihak yang menekankan kurikulum pada isi pelajaran atau mata kuliah dan ada pihak lain yang lebih menekankan pada proses pendidikan atau pengalaman belajar.

Penulis ambil contoh pendapat para ahli disubbab ini yaitu menurut Nasution yang berpendapat bahwa kurikulum lebih menekankan pada isi pelajaran atau mata kuliah. Artinya sejumlah mata pelajaran di sekolah dan mata kuliah di perguruan tinggi yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat.

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Kemp, Morrison dan Ross yang juga menekankan pada isi mata pelajaran dan keterampilan-keterampilan yang termuat dalam suatu program pendidikan.

Lain halnya dengan pendapat Nasution, Kemp dkk yang lebih menekankan pada isi pelajaran atau mata kuliah, ada pendapat lain yang mana pendapat mereka lebih menekankan pada pengalaman belajar. Salah satunya dikemukakan oleh Kamil dan Sarhan yang menekankan pada sejumlah pengalaman pendidikan, budaya, sosial, olahraga dan seni yang disediakan oleh sekolah bagi para peserta didiknya di dalam dan di luar sekolah atau perguruan tinggi.

Masing-masing definisi dengan penekanannya tersebut tentunya akan mempunyai implikasi tertentu dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum yang jika menekankan pada isi bertolak dari asumsi bahwa masyarakat bersifat statis, sedangkan pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan, konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada, baik nilai ilahi maupun nilai insani. Jika kurikulum yang menekankan pada proses atau pengalaman bertolak dari asumsi bahwa peserta didik sejak dilahirkan telah memiliki potensi-potensi. Kita tahu bahwa fungsi pendidikan adalah menciptakan situasi lingkungan yang menunjang perkembangan potensi tersebut. Maka dari itu, kurikulum ini dikembangkan dengan bertolak pada kebutuhan dan minat peserta didik. Peserta didik disini menjadi subjek pendidikan, dalam arti ia menjadi tempat utama dalam pendidikan.

Selain kedua pihak tersebut yang  masing-masing dengan pendapatnya tentang kurikulum, di subbab ini juga penulis buku mengemukakan bahwa ada pihak lain yang berusaha memadukan keduanya, dalam arti ia menekankan baik pada isi pelajaran maupun proses pendidikan atau pengalaman belajar sekaligus.

Pada penjelasan sebelumnya menurut penulis fungsi pendidkan tak hanya menciptakan situasi atau lingkungan yang menunjang potensi peserta didik, tapi juga membantu agar peserta didik ini menjadi cakap dan selanjutnya mampu ikut bertanggung jawab terhadap pembangunan dan perkembangan masyarakatnya.

Dipenjelasan sebelumnya juga ada penulis buku sebutkan tentang kurikulum yang menekankan lebih pada isi pendidikan dan proses atau pengalaman belajar. Sebelumnya seperti apa itu isi pendidikan dan proses atau pengalaman belajar ini ?. Maksud isi pendidikan disini terdiri atas problem-problem aktual yang dihadapi dalam kehidupan nyata di masyarakat. Sedangkan proses pendidikan atau pengalaman belajar peserta didik dijelaskan beebentuk kegiatan-kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama antar peserta didik, guru atau dosen dan sumber lainnya. Dari maksud tersebut dapat dikatakan bahwa dalam menyusun kurikulum  bertolak dari problem yang dihadapi dalam masyarakat sebagai isi pendidikan, sedangkan proses atau pengalaman belajar adalah dengan cara memerankan ilmu-ilmu dan tekhnologi serta berkerja secara kooperatif dan kolaboratif, berupaya mencari pemecahan terhadap problem tersebut menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. 

2.        Fungsi kurikulum

Pada subbab ini penulis buku menjabarkan tentang beberapa fungsi kurikulum di sekolah, madrasah bahkan bagi masyarakat. Fumgsi kurikulum tersebut yaitu

a.   Sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan atau dalam istilah KBK disebut standar kompetensi, meliputi fungsi dan tujuan pendidikan nasional, kompetensi lintas kurikulum, kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran dan kompetensi mata pelajaran kelas.

b.        Pedoman untuk mengatur kegiatan-kegitan pendidikan di sekolah atau madrasah.

c.         Melakukan penyesuaian

d.        Menghindari keterulangan sehingga boros waktu

e.         Menjaga kesinambungan

Adapun fungsi kurikulum bagi masyarakat yaitu sebagai berikut :

a.   Masyarakat sebagai pengguna lulusan, sehingga sekolah atau madrasah harus mengetahui hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam konteks pengembangan PAI.

b.    Adanya kerja sama yang harmonis dalam hal pembenahan dan pengembangan kurikulum. 

C.       KOMENTAR ISI BUKU

Buku ini dari segi isinya sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi para guru di sekolah, madsarah dan para dosen di perguruan tinggi, terutama yang sedang menekuni “pengembangan kurikulum maupun metodologi”. Dalam buku ini, penjelasannya sangat rinci dan mudah dipahami. Penulis buku menjelaskan pengertian di berbagai konteks dan lengkap dengan pendapat para ahli yang begitu beragam disetiap subbab nya. Hanya saja, untuk latihan atau kegitan-kegiatan dan tugas pada setiap bab tidak tersedia. Sehingga untuk para mahasiswa atau pembaca tidak dapat menguji kemampuan dan memperdalam materi yang telah dijelaskan pada bab-bab dan subbab-subbab buku ini.










Komentar